Minggu, 17 Januari 2010
A. Pengertian Perkembangan
· Perkembangan, pertumbuhan dan kematangan mempunyai hubungan yang sangat erat. Pertumbuhan dan perkembangan pada dasarnya adalah perubahan, perubahan menuju ke tahap yang lebih tinggi atau lebih baik.
· Ada perbedaan pertumbuhan dengan perkembangan. Pertumbuhan lebih banyak berkenaan dengan aspek-aspek jasmaniah atau fisik, sedang perkembangan dengan aspek-aspek psikis atau rohaniah. Pertumbuhan menunjukkan perubahan atau penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan dalam ukuran besar atau tinggi, sedang perkembangan berkenaan dengan peningkatan kualitas, yaitu peningkatan dan penyempurnaan fungsi.
· Kematangan merupakan masa yang terbaik bagi berfungsinya atau berkembangnya dengan cepat aspek-aspek kepribadian tertentu. Umpamanya usia satu tahun merupakan masa kematangan bagi bayi untuk berjalan, usia enam tahun bagi kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Ada perbedaan kedudukan kematangan ini dalam pertumbuhan dengan perkembangan. Suatu pertumbuhan aspek tertentu akan berakhir, apabila telah mencapai tingkat kematangannya, sedang perkembangan terus berlangsung sampai akhir hidupnya. Perkembangan berisi suatu rentetan masa-masa kematangan.
B. Prinsip-prinsip Perkembangan
· Perkembangan individu berlangsung sepanjang hayat, dimulai sejak masa pertemuan sel ayah dengan ibu dan berakhir pada saat kematiannya.
· Perkembangan individu manusia ini dinamis, perubahannya kadang-kadang lambat tetapi bisa juga cepat, hanya berkenaan dengan salah satu aspek atau beberapa aspek berkembang serempak.
· Perkembangan tiap individu juga tidak selalu sama, seorang berbeda dengan yang lainnya. Meskipun demikian, para ahli terus berusaha mengadakan penelitian tentang kecenderungan-kecenderungan perkembangan. Dari penelitian-penelitian tersebut disimpulkan beberapa kecenderungan yang merupakan prinsip perkembangan:
a. Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek. Perkembangan aspek-aspek tertentu mungkin lebih terlihat dengan jelas, sedang aspek yang lainnya lebih tersembunyi. Perkembangan tersebut juga berlangsung terus sampai akhir hayatnya, hanya pada saat tertentu perkembangannya lambat bahkan sangat lambat, sedang pada saat lain sangat cepat.
b. Setiap individu memiliki kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda. Seseorang mempunyai kemampuan berpikir dan membina hubungan sosial yang sangat tinggi dan perkembangannya dalam segi itu sangat cepat, sedang yang lainnya kemampuannya kurang dan perkembangannya lambat, walaupun individu pada umumnya berada pada situasi sedang-sedang. Pada aspek lain kualitas dan kecepatan perkembangannya lain pula.
c. Perkembangan secara relatif beraturan, mengikuti pola-pola tertentu. Perkembangan sesuatu segi didahului atau mendahului segi yang lainnya. Anak bisa merangkak sebelum berjalan, meraba sebelum bicara, dsb.
d. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit. Secara normal perkembangan itu berlangsung sedikit-demi sedikit, tetapi dalam situasi-situasi tertentu dapat juga terjadi lompatan-lompatan dan bahkan kemacetan.
e. Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju ke yang lebih khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi. Perkembangan dimulai dengan dikuasainya kcmampuan-kemampuan yang bersifat umum. Dalam proses diferensiasi atau pengkhususan ini terjadi pula integrasi, beberapa kemampuan khusus bergabung membentuk satu kemampuan ketrampilan atau kecakapan.
f. Secara normal perkembangan individu mengikuti seluruh fase, tetapi karena faktor-faktor khusus, fase tertentu dilewati dengan cepat atau sangat lambat.
g. Sampai batas-batas tertentu perkembangan sesuatu aspek dapat dipercepat atau diperlambat. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan juga faktor lingkungan. Kondisi yang wajar dari pembawaaan dan lingkungan dapat menyebabkan laju perkembangan yang wajar pula.
h. Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya. Perkembangan kemampuan sosial berkembang sejajar dengan kemampuan berbahasa, kemampuan motorik dengan pengamatan dll. Perkembangan aspek lainnya mungkin tidak ada hubungannya.
i. Pada saat-saat tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu perkembangan pria berbeda dengan wanita. Pada usia 12-13 tahun anak wanita lebih cepat kematangan sosial dan moralnya, juga kemampuan bahasa dan estetika atau keindahan. Pertumbuhan fisik laki-laki umumnya lebih tinggi. Laki-laki lebih kuat dalam kemampuan inteleknya.
C. Fungsi Prinsip Perkembangan bagi Guru dan Siswa
Bagi guru:
· Dengan memahami prinsip perkembangan remaja, guru akan menjadi tahu dengan siapa ia berhadapan dan bagaimana itu harus memperlakukannya.
· Prinsip-prinsip perkembangan ini secara terintegrasi harus nampak pada saat guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mulai dari tujuan, materi, strategi dan metode, media serta penilaiannya.
Bagi siswa:
· Mengenal dan memahami siapa dirinya adalah manusia yang lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik fisik, sosial, maupun psikologisnya. Dengan demikian, tugas-tugas perkembangannya dapat berjalan dengan baik.
· Mengenal dan memahami lingkungannya, meliputi lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, sosial, budaya dan masyarakat.
· Pengenalan dan pemahaman terhadap diri sendiri dan lingkungan itu dikerahkan untuk pengembangan diri siswa dalam segenap aspek pribadinya.
D. Analisis penerapan prinsip perkembangan dalam pendidikan/pembelajaran
Penerapannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
· Memahami prinsip-prinsip dan tugas-tugas perkembangan remaja.
· Mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembelajaran sesuai perkembangan siswa.
· Memberikan pelayanan individual karena kecepatan dan kualitas perkembangan peserta didik.
· Membimbing peserta didik melewati tugas-tugas perkembangannya secara terarah
· Menggunakan strategi pembelajaran untuk penguasaan kemampuan yang bersifat umum menuju ke yang lebih khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi. Juga strategi yang dapat mengembangan kemampuan sosial, kemampuan berbahasa, kemampuan motorik, dll. dengan memperhatikan perbedaan antara laki-laki dan wanita (laki-laki lebih kuat dalam kemampuan inteleknya, sedang wanita lebih kuat dalam kemampuan bahasa dan estetika atau keindahan).
· Memahami peserta didik bahwa dalam melewati fase-fase perkembangannya dapat berlangsung cepat atau pun lambat.
· Mengkondisikan lingkungan belajar secara wajar agar laju perkembangan berlangsung wajar pula.
Daftar Kepustakaan
Mohammad Ali dan Mohammad Asrori (2006), Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik, Jakarta: Bumi Aksara.
Nana Syaodih S. (2005), Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.








Posting Komentar